Sabtu, 26 Mei 2012

Pengertian karya ilmiah

Karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain:

1. Paper : karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu masalah
atau kajian tertentu
2. Skripsi : Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan
pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat
yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta
empiris-objektif baik berdasarkan penelitian langsung maupun
penelitian tidak langsung. Skripsi ditulis sebagai syarat
mendapatkan gelar sarjana S1.
3.Thesis : Karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi,thesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2)
4. Disertasi : Karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Ini merupakan karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Di dalam disertasi dituntut untuk memberikan sumbangsihnya terhadap ilmu pengetahuan.
5. Makalah : Tulisan resmi yang mengkaji suatu sub bahasan /permasalahan oleh orang yang ahli pada bidangnya (sesuai dengan permasalahan yang dibahas) yang hasilnya akan dipublikasikan dan disampaikan secara tuntas mengenai pembahasan tersebut dimuka umum, dan hasil dari pembahsan tersebut akan dipertanggung jawabkan oleh penulis.
6. Laporan Penelitian : Karya ilmiah yang ditulis setelah penulis melakukan suatu penelitian yang didalamnya telah melakukan suatu eksperimen ataupun pengamatan terhadap suatu masalah/bahasan dengan melakukan tes dan pengukuran. Rangkuman dari hasil selama meneliti suatu permasalahan, laporan penelitian harus ditulis secara jujur sesuai dengan apa yang telah dilakukan pada penelitiannya baik hasil maupun pengaruh yang telah ditemukan dalam penelitiannya. Sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan
7. Laporan Kasus : Suatu tulisan yang dikerjakan setelah melihat suatu kejadian permasalahan, tujuan dari ditulisnya laporan kasus adalah untuk menceritakan secara lengkap dan jelas mengenai apa yang telah dilihat dari suatu masalah
8. Laporan tinjauan : Tulisan yang dikerjakan untuk disampaikan kepada lembaga/umum berdasarkan hasil pengamatan terhadap hal yang telah diteliti
9. Resensi : Pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku, membuat buku-buku baru terbit. Buku yang mempunyai resensi yang baik didalamnya terdapat suatu jawaban dari semua pertanyaan yang muncul dari si pembaca.
10. Monograf : Monograf adalah tulisan (karangan, uraian) mengenai satu bagian dari suatu ilmu atau mengenai suatu masalah tertentu. Ditulis dengan tujuan untuk memberikan keterangan kepada pembaca, agar pembaca dapat mengerti mengenai apa yang telah ditulis oleh penulis. Isi dari monograf harus saling berkaitan dari satu bab ke bab yang lain
11. Referat : Kertas kerja yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah (seminar, konferensi).
12. Kabilitasi : Tulisan dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada publik, yang dilakukan pada acara tertentu. Biasanya kabilitasiterbit setiap Minggu sekali atau satu bulan sekali dalam suatupertemuan rutin.
13. Surat Pembaca : Tulisan yang dibuat oleh orang yang telah membaca suatu buku, majalah atau koran yang akan dikirimkan kepihak produksi/redaksi untuk memberikan respon mengenai suatu hal yang telah dibaca di buku atau majalah tersebut.
14. Proposal : Tulisan yang dikerjakan untuk mengajukan suatu permohonan kepada lembaga atau pimpinan mengenai suatu pekerjaan atau acara yang akan dilakukan di lembaga tersebut

BAHASA KARYA TULIS ILMIAH

Syarat Bahasa Karya Tulis Ilmiah
a. Baku Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku baik mengenai struktur kalimat maupun kata.
b. Logis Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.
c. Kuantitatif( diukur secara pasti)
d. Tepat
e. Denotatif : Kata vang digunakan dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya
dan tidak melibatkan perasaan karena sifat ilmu itu objektif
f. Ringkas
g. Runtun : Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan
tingkatannya baik dalam kalimat maupun dalam paragraf.

BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Definisi Ejaan
Keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyibunyi ujaran melalui huruf, menetapkan tanda-tanda baca, memenggal kata, dan bagaimana menggabungkan kata
Lingkup Bahasa Ejaan
1. pemakaian huruf
2. pemakaian huruf kapital dan huruf miring
3. penulisan kata
4. penulisan unsur serapan
5. pemakaian tanda baca

BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Huruf Kapital
Huruf kapital tidak identik dengan huruf besar meskipun istilah ini biasa diperlawankan dengan huruf kecil. Istilah huruf kapital digunakan untuk menandai satu bentuk huruf yang karena memiliki fungsi berbeda dalam kata atau kalimat menjadi berbeda dari bentuk huruf lain meskipun secara fonemis sebunyi. Huruf A (kapital) secara fonemis sebunyi dengan a (kecil), tetapi karena fungsinya berlainan, penampilan grafisnya berbeda. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama tempat, nama orang, dan lain-lain. Secara umum, penggunaan huruf kapital tidak menimbulkan permasalahan. Kesalahan penulisan sering terjadi padapenulisan kata Anda. Kata Anda harus selalu ditulis dengan...(A) kapital meskipun terletak di tengah atau di akhir kalimat.

BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Huruf Miring
Sebuah huruf, kata, atau kalimat ditulis dengan huruf miring untuk membedakan dari huruf, kata, atau kalimat lain dalam sebuah kata, kalimat, paragraf, atau karangan utuh. Huruf yang dicetak miring adalah penanda yang mengacu ke beberapa informasi, antara lain sebagai penekanan, kutipan dari bahasa asing, istilah latin, nama penerbitan (koran, majalah, dan lain-lain). Jika ditulis dengan menggunakan mesin tik manual atau tulisan tangan, huruf miring diganti dengan garis bawah. Garis bawah hendaknya ditulis per kata, bukan per kalimat.
Contoh:
Artikelnya yang berjudul “Perkembangan Sains dan Teknologi di
Indonesia” dimuat pada koran Media Indonesia (Salah)
Artikelnya yang berjudul “Perkembangan Sain dan Teknologi di
Indonesia” dimuat pada koran Media Indonesia (Betul)
BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Penulisan Kata
Titik Point Penulisan kata :
(1) kata dasar
(2) kata turunan
(3) bentuk ulang
(4) gabungan kata
(5) partikel,
(6) singkatan dan akronim
(7) angka dan lambang bilangan
Kesalahan penulisan gabungan kata umumnya ditemukan
pada istilah khusus yang salah satu unsurnya hanya
digunakan dalam kombinasi. Unsur gabungan kata yang
demikian sering ditulis terpisah, padahal seharusnya
disatukan.
BAHASA KARYA TULIS ILMIAH
Tanda Baca
Kalimat yang baik harus didukung oleh penggunaan tanda baca yang tepat. Para penulis sering tidak memperhatikan hal ini. Akibatnya, masih banyak ditemukan kesalahan dalam pemakaian tanda baca tersebut. Pemakaian tanda baca dalam kalimat sangat penting bukan hanya untuk ketertiban gramatikal, melainkan juga bagaimana gagasan yang dikemukakan bisa tersampaikan dengan baik. Manusia memahami sesuatu dengan bahasa, tetapi karena bahasa pula manusia bisa salah paham. Pemakaian tanda baca adalah salah satu cara untuk menghindari kesalahpahaman tersebut.
Variasi Kalimat
1. Menggabungkan beberapa kalimat pendek menjadi satu
kalimat panjang.
a) dua kata yang sama ditulis satu saja
b) menggunakan konjungsi intrakalimat
c) makna kalimat setelah digabungkan tidak boleh berubah.
2. Memenggal kalimat panjang menjadi beberapa kalimat
pendek
Syarat:
a) Setiap penggalan minimal harus memiliki syarat subjek dan
predikat
b) Gunakan konjungsi antarkalimat
c) Perhatikan apakah kalimat yang telah terpisah tersebut
memiliki koherensi atau tidak
EJAAN
Variasi Kalimat
3. Mengubah kalimat dengan memindahkan letak gatra (kata/
kelompok kata yang mempunyai fungsi dalam kalimat)
Syarat:
a) Bagilah kalimat berdasarkan gatra
b)Pindah-pindahkan /pertukarkan gatra-gatra tersebut
sehingga kalimat bervariasi
c) Tidak boleh menambah atau mengurangi kata

Tujuan Karya Ilmiah•    Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
•    Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
•    Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
•    Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
•    Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat Karya Ilmiah
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
•    Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
•    Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
•    Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
•    Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
•    Memperoleh kepuasan intelektual;
•    Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
•    Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
Bagian Pembuka
•    Cover
•    Halaman judul.
•    Halaman pengesahan.
•    Abstraksi
•    Kata pengantar.
•    Daftar isi.
•    Ringkasan isi.
•    Penutup.
Bagian Isi
Pendahuluan
•    Latar belakang masalah.
•    Perumusan masalah.
•    Pembahasan masalah.
•    Tujuan penelitian.
•    Manfaat penelitian.
Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
•    Pembahasan teori
•    Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
•    Pengajuan hipotesis
Metodologi penelitian
•    Waktu dan tempat penelitian.
•    Metode dan rancangan penelitian
•    Populasi dan sampel.
•    Instrumen penelitian.
•    Pengumpulan data dan analisis data.
Hasil Penelitian
•    Jabaran varibel penelitian.
•    Hasil penelitian.
•    Pengajuan hipotesis.
•    Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Bagian Penutup
•    Kesimpulan
    Saran
Bagian penunjang
•    Daftar pustaka.
•    Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
•    Daftar Tabel



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar